Stasiun Gedebage (GDB) merupakan stasiun kereta api barang kelas I yang terletak di Cisaranten Kidul, Gedebage, Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian + 672 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun yang letaknya paling timur di Kota Bandung.Stasiun ini memiliki empat jalur aktif di sisi utaranya dengan jalur 2 merupakan sepur lurus serta jalur 3 dan 4 untuk layanan bongkar muat peti kemas/kontainer ditambah tiga jalur badug di sisi selatannya. Sejak 6 April 1999, stasiun ini menggunakan persinyalan elektrik produksi Alstom.
Saat ini stasiun ini dikhususkan untuk bongkar muat peti kemas/kontainer saja sehingga jarang sekali digunakan untuk kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Stasiun ini juga melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Layanan kereta api peti kemas di stasiun ini mulai dijalankan seiring beroperasinya Terminal Peti Kemas Bandung, dikuatkan dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin No. KM. 279/KA.101/PHB-87 pada tanggal 23 Desember 1987. Proyek ini dianggarkan Rencana Pembangunan Lima Tahun V yang diterbitkan pada tahun yang sama. Sehingga, pembangunan terminal peti kemas ini diharapkan dapat memperlancar arus barang dan mengurangi beban jalan raya akibat truk-truk peti kemas yang terus bertambah.
Sekitar 200 m di sebelah timur perlintasan sebidang Jalan Gedebage, terdapat bekas perhentian Gedebage Baru yang sudah dinonaktifkan karena KRD Bandung Raya sudah tak lagi melayani halte tersebut.[per kapan?] Halte ini hanya menyisakan bekas tegel dan peron. Sebagai bagian dari proyek jalur ganda segmen Gedebage–Haurpugur, jalur dari stasiun ini ke arah timur sedang ditingkatkan menjadi jalur ganda mulai tahun 2020. Peningkatan ini dilakukan untuk mendukung akses menuju kereta cepat Jakarta–Bandung


