Stasiun Cimekar (CMK) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di dekat Stadion Gelora Bandung Lautan Api, tepat di dekat perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian +668 m (sebelumnya +670 m) ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Meskipun stasiun ini dinamai Cimekar, stasiun ini tidak terletak di Desa Cimekar, tetapi terletak jauh di sebelah selatan Desa Cimekar itu sendiri, dan berada di desa Cibiru Hilir. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di Kabupaten Bandung.
Stasiun ini merupakan stasiun yang usianya paling muda di lintas Padalarang-Kesugihan karena baru diresmikan pada tanggal 21 Maret 2000. Dalam catatan yang terdapat di Buku Jarak versi 2004, stasiun ini dahulu merupakan pengembangan dari sebuah perhentian yang diberi nama Ciendog (CED).[1] Setelah diresmikan sebagai stasiun permanen, stasiun ini kini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus dan persinyalannya masih mekanik. Stasiun ini menjadi pilihan transportasi masyarakat sekitar karena letaknya yang bersebelahan dengan perumahan. Selain dekat dengan kompleks perumahan, stasiun ini juga merupakan stasiun terdekat menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Masjid Terapung al-Jabbar, dan Markas Polda Jawa Barat.
Sehubungan dengan rencana pengembangan stasiun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Ridwan Kamil mengusulkan agar lokasi Stasiun Cimekar digeser ke arah Masjid al-Jabbar serta diintegrasikan dengan jalur kereta kecepatan tinggi Jakarta–Bandung. Rencana ini dilakukan untuk menyongsong pembangunan yang berorientasi transit (transit-oriented development/TOD) di Bandung Raya.[5][6] Juga untuk mendukung TOD tersebut, sebagai bagian dari proyek jalur ganda segmen Gedebage-Haurpugur, jalur yang melintasi stasiun ini sedang ditingkatkan menjadi jalur ganda mulai tahun 2020.


